Home / TRENDING / Intelijen AS Akui Iran Pulihkan Bunker Rudal Bawah Tanah dalam Hitungan Jam Pasca-Serangan

Intelijen AS Akui Iran Pulihkan Bunker Rudal Bawah Tanah dalam Hitungan Jam Pasca-Serangan

Badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengakui kemampuan luar biasa Iran dalam memperbaiki fasilitas bunker rudal bawah tanah mereka. Menurut laporan rahasia yang dikutip New York Times (NYT) dan dilansir Press TV pada Senin (6/4/2026), agen-agen Iran mampu menggali kembali silo dan bunker yang rusak akibat serangan udara AS dan Israel, serta memulihkan operasionalnya hanya dalam hitungan jam.

Laporan intelijen AS menyoroti ketahanan infrastruktur militer Iran, yang memungkinkan Teheran dengan cepat mengatasi kerusakan dari serangan skala besar yang dilancarkan sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut, yang melibatkan AS dan Israel, menargetkan situs-situs penyimpanan rudal bawah tanah di wilayah strategis Iran. Meski Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim “kemajuan substansial” dalam melemahkan kemampuan rudal Iran, temuan intelijen ini menunjukkan sebaliknya.

Sumber intelijen AS, seperti yang dirangkum NYT, menggambarkan bagaimana tim pemulihan Iran bekerja dengan efisien: mereka menggali puing-puing bunker yang hancur, memperbaiki silo rudal, dan mengembalikan fungsi operasional secara kilat. “Iran telah menunjukkan kemampuan rekonstruksi yang mengesankan, membuat serangan kami kurang efektif dari yang diharapkan,” kutip sumber anonim dari laporan tersebut.

Konflik ini memanas sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan operasi udara masif sebagai respons terhadap ancaman rudal Iran di Timur Tengah. Trump, dalam pidato-pidatonya, sering menekankan bahwa serangan tersebut telah “melumpuhkan” program rudal Teheran. Namun, pengakuan intelijen AS ini berpotensi meredam narasi tersebut dan memicu perdebatan di Washington tentang efektivitas strategi militer.

Pihak Iran belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini, tetapi Press TV menyebutnya sebagai bukti kegagalan strategi AS-Israel. Ketegangan regional terus meningkat, dengan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di tengah dinamika geopolitik yang rumit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *