
Beirut, 2 April 2026 – Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa rentetan serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan Beirut dan sebuah kota di dekatnya pada Kamis (2/4) sore, menewaskan sedikitnya tujuh orang. Salah satu korban tewas diidentifikasi sebagai komandan senior kelompok militan Hizbullah.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Lebanon sejak awal Maret. Hizbullah, kelompok militan Syiah yang didukung Iran, memicu perang dengan melancarkan serangan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret lalu. Hizbullah mengklaim aksi tersebut sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan AS-Israel.
Tel Aviv merespons dengan cepat melalui gelombang serangan udara intensif dan invasi darat ke area perbatasan Lebanon. Militer Israel menyatakan bahwa targetnya adalah infrastruktur militer Hizbullah, meskipun laporan dari pihak Lebanon menyebutkan korban sipil di antara yang tewas.
Otoritas Lebanon mengecam serangan tersebut sebagai “agresi brutal” dan memperingatkan risiko perang regional yang lebih luas. Sementara itu, Iran menyatakan dukungan penuh bagi Hizbullah, sementara AS mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi.
Hingga kini, jumlah korban jiwa dari konflik ini terus bertambah, dengan ribuan warga sipil mengungsi dari perbatasan. Komunitas internasional, termasuk PBB, mendesak gencatan senjata segera.





