
Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan keheranannya atas pembatalan mendadak rapat Komisi II DPR dengan Badan Keahlian Dewan (BKD) yang sedianya membahas naskah akademik revisi Undang-Undang Pemilu. Rapat internal tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, namun batal tanpa penjelasan alasan yang jelas kepada anggota komisi.
Doli menjelaskan, agenda yang dibatalkan itu semestinya menjadi kesempatan bagi Komisi II untuk mendengarkan pemaparan awal dari BKD terkait naskah akademik Revisi UU Pemilu. Menurutnya, rapat tersebut sudah masuk dalam jadwal resmi, dengan skema pagi hari rapat dengan Kementerian Dalam Negeri dan pihak terkait lainnya, kemudian siang hari dilanjutkan rapat internal dengan BKD.
“Kemarin (Selasa, 14 April) harusnya kan kita mendengarkan ada rapat internal mendengarkan pemaparan dari BKD. Nah tapi kan kemarin ditunda lagi, yang saya tidak tahu kenapa sebabnya,” kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Ia menambahkan, pembatalan disampaikan ketika agenda sudah terjadwal dan para anggota telah mengetahui rencana rapat tersebut.
Politikus Golkar itu mengaku hingga kini belum mendapatkan kejelasan kapan pemaparan naskah akademik tersebut akan dijadwalkan ulang. Ia menyebut, rapat yang semula diinformasikan sebagai rapat tertutup itu pada akhirnya bukan hanya berubah format, melainkan tidak pernah berlangsung sama sekali. Kondisi ini, menurut Doli, menimbulkan tanda tanya di kalangan anggota Komisi II yang tengah menyiapkan landasan revisi UU Pemilu.
Meski pemaparan BKD urung digelar, Doli mengaku telah meminta bahan yang disiapkan oleh badan tersebut. Dari dokumen yang ia terima, BKD baru menyusun pengantar analisis yang memetakan berbagai putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pemilu dan mengompilasi beragam usulan dari masyarakat, belum sampai pada bentuk final naskah akademik maupun draf revisi UU Pemilu. Ia menilai materi itu penting sebagai dasar untuk mempercepat pembahasan revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang menjadi target kerja Komisi II pada tahun ini.





