
Jakarta – Harga emas mengalami koreksi tajam setelah sempat menyentuh level puncak historis di akhir Januari 2026. Pada Selasa (3/2/2026), harga emas Antam untuk ukuran 1 gram tercatat turun drastis menjadi Rp 2.844.000, anjlok sekitar Rp 183.000 dari harga penutupan hari sebelumnya.
Penurunan ini melanjutkan tren koreksi yang dimulai sejak akhir pekan lalu. Harga emas Antam sempat mencapai rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026, didorong oleh ketidakpastian geopolitik global, inflasi yang tinggi, dan permintaan kuat dari investor ritel serta institusional.
Berdasarkan data dari Logam Mulia (PT Antam Tbk), selisih buyback juga ikut melemah, berada di kisaran Rp 2.834.000 per gram pada hari yang sama. Analis pasar mengaitkan penurunan ini dengan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, kenaikan suku bunga acuan The Fed, serta aksi ambil untung (profit taking) setelah rally panjang.
“Harga emas global juga tertekan oleh sentimen positif dari data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven,” ujar analis pasar komoditas dari sebuah lembaga riset keuangan, dikutip dari sumber pasar.
Meski demikian, harga emas tetap berada di level tinggi secara historis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Investor disarankan memantau perkembangan kebijakan moneter global dan tensi geopolitik untuk antisipasi volatilitas selanjutnya.
Harga emas Antam ini berlaku untuk transaksi di Galeri 24 dan mitra resmi, dengan catatan bahwa harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.






