
Teheran – Kementerian Pendidikan Iran mengumumkan penutupan sementara seluruh kegiatan belajar tatap muka di sekolah nasional mulai 21 April 2026, menyusul kerusakan luas akibat serangan udara dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, dari TK hingga SMA, dan akan berlangsung hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
“Tidak ada kelas tatap muka di seluruh sekolah sampai pemberitahuan selanjutnya,” tegas pernyataan resmi kementerian pekan lalu. Sebagai gantinya, siswa diarahkan ke pembelajaran daring melalui platform khusus pemerintah serta program televisi “Iran TV School”. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian keamanan nasional, dengan gencatan senjata rapuh selama enam pekan yang masih menyisakan ketegangan tinggi menjelang potensi eskalasi serangan udara.
Kepala Organisasi Renovasi, Pengembangan, dan Perlengkapan Sekolah Iran melaporkan bahwa lebih dari 640 bangunan sekolah di 17 provinsi mengalami kerusakan. Sebanyak 250 di antaranya rusak berat dan memerlukan renovasi total, sementara 15 sekolah lainnya dinyatakan tak bisa diperbaiki sehingga harus dibangun ulang dari nol. Kerusakan ini disebabkan oleh serangan AS dan Israel yang menargetkan berbagai infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan.
Pemerintah Iran menegaskan komitmen untuk memastikan kelangsungan pendidikan di tengah krisis. “Kami akan mempercepat perbaikan sambil memprioritaskan keselamatan anak-anak,” ujar pejabat terkait. Hingga kini, belum ada jadwal pasti kembalinya pembelajaran tatap muka, seiring situasi geopolitik yang terus memanas.





