
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk bersiaga menghadapi dua tekanan besar yang berpotensi mengganggu stabilitas ibu kota. Dua faktor krusial tersebut adalah perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, serta fenomena El Nino yang diprediksi kembali menguji ketahanan Jakarta.
Peringatan itu disampaikan Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026). Acara ini menjadi wadah strategis untuk menyusun prioritas pembangunan tahun depan di tengah tantangan global dan iklim.
Menurut Pramono, konflik geopolitik di Timur Tengah berisiko memicu lonjakan harga energi dunia, yang bisa menekan inflasi dan pasokan bahan bakar di Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional. “Kita harus antisipasi dampak rantai pasok yang terganggu, termasuk kenaikan harga BBM dan listrik,” ujarnya, seperti dikutip dari pidato pembukaan.
Sementara itu, El Nino yang sebelumnya menyebabkan kekeringan ekstrem pada 2023-2024, diproyeksikan kembali muncul dengan intensitas tinggi. Fenomena ini berpotensi memicu banjir bandang, kekeringan air tanah, dan gagal panen di wilayah pinggiran Jakarta. Pramono menekankan perlunya percepatan program tanggulang banjir, pengelolaan air bersih, dan diversifikasi pangan lokal.
Dalam Musrenbang ini, Pemprov DKI menargetkan RKPD 2027 fokus pada ketahanan ekonomi, infrastruktur hijau, dan digitalisasi layanan publik. “Kita tidak boleh lengah. Jakarta harus jadi kota paling siap menghadapi krisis,” tambah Pramono, sambil mengajak semua stakeholder berkontribusi ide inovatif.
Para kepala SKPD dan perwakilan kecamatan hadir penuh, menandakan komitmen kolektif. Musrenbang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (17/4/2026), dengan hasilnya menjadi dasar penyusunan APBD 2027.





