Home / TRENDING / Inflasi AS Melonjak Tajam Maret 2026: Harga Energi Meroket Akibat Perang Timur Tengah, Trump Hadapi Tekanan Politik

Inflasi AS Melonjak Tajam Maret 2026: Harga Energi Meroket Akibat Perang Timur Tengah, Trump Hadapi Tekanan Politik

Washington, 11 April 2026 – Inflasi di Amerika Serikat (AS) mengalami lonjakan mengejutkan pada Maret 2026, didorong oleh kenaikan harga energi yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan tingkat inflasi bulanan mencapai 0,8%, tertinggi sejak akhir 2024, dengan harga bensin naik 15% dan minyak mentah Brent menembus US$95 per barel.

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), kenaikan harga ini meluas ke seluruh negeri, memukul rumah tangga kelas menengah dan sektor manufaktur. “Konsumen AS kini membayar lebih mahal untuk bahan bakar dan listrik, sementara rantai pasok global terganggu oleh gangguan di Selat Hormuz,” ujar analis ekonomi dari Goldman Sachs, Sarah Chen, dalam wawancara dengan AFP. Konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan kelompok militan Houthi di Yaman telah mengurangi pasokan minyak hingga 5 juta barel per hari, menurut data OPEC.

Lonjakan inflasi ini menambah beban politik bagi Presiden Donald Trump, yang baru saja memulai masa jabatan keduanya. Trump, yang menjanjikan stabilitas ekonomi saat kampanye, kini menghadapi kritik dari Partai Demokrat yang menuding kebijakan luar negerinya memperburuk situasi. Respons cepat datang dari Gedung Putih: Trump memerintahkan tim diplomasinya untuk memulai pembicaraan damai dengan Iran di Jenewa minggu depan. “Kami akan menyelesaikan ini dengan cepat dan adil, membawa harga kembali turun untuk rakyat Amerika,” tulis Trump di akun Truth Social-nya Jumat malam.

Ekonom memperingatkan bahwa jika konflik berlarut, inflasi tahunan bisa melebihi target 2% Federal Reserve, berpotensi memicu kenaikan suku bunga lagi. Sementara itu, pasar saham Wall Street anjlok 2% pada penutupan Jumat, mencerminkan kekhawatiran investor. Penasihat ekonomi Trump menjanjikan stimulus sementara, termasuk cadangan minyak strategis, untuk meredam dampak.

Pengamat internasional menyambut baik inisiatif damai Trump, meski skeptis mengingat riwayat ketegangan AS-Iran. “Ini ujian pertama bagi Trump 2.0 di panggung global,” kata pakar Timur Tengah dari Brookings Institution.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *