
Jakarta Pusat – Aksi dugaan premanisme kembali menggegerkan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kali ini, seorang sopir bajaj menjadi korban pemalakan oleh sekelompok preman bayaran, Senin (12/4/2026) siang.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Tanah Abang Timur. Sopir bajaj bernama Budi Santoso (45), warga sekitar, mengaku sedang mencari penumpang ketika tiba-tiba didekati tiga pria tidak dikenal. “Mereka minta uang parkir Rp50 ribu per hari. Saya bilang nggak punya, eh malah diancam dipukul dan kendaraan dirusak,” ujar Budi kepada wartawan di lokasi.
Akibatnya, Budi terpaksa menyerahkan Rp20 ribu dari hasil jerih payahnya. Kejadian ini terekam dalam video amatir yang viral di media sosial, menunjukkan preman tersebut mengenakan jaket hitam dan beraksi tanpa rasa takut. “Ini sudah keterlaluan. Setiap hari ada saja pemalakan seperti ini,” keluh seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Kapolsek Tanah Abang, Kompol Andi Wijaya, membenarkan kejadian tersebut. “Kami sudah menerima laporan dan tim gabungan sedang memburu pelaku. CCTV di sekitar akan dicek untuk identifikasi,” katanya saat dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditangkap.
Warga Tanah Abang menyesalkan maraknya premanisme di kawasan ramai ini, yang sering menjadi pusat perbelanjaan murah. “Pemerintah harus tambah razia dan patroli. Sopir ojek dan bajaj sudah susah cari nafkah, jangan tambah diganggu preman,” tegas seorang warga, Siti Nurhaliza (38).
Kasus serupa pernah terjadi di kawasan yang sama pada Maret lalu, di mana pedagang asongan menjadi korban. Polisi DKI Jakarta berjanji meningkatkan pengawasan untuk memberantas premanisme di ibu kota.





