Home / TRENDING / Pramono Anung Dukung Pembersihan Massal Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta

Pramono Anung Dukung Pembersihan Massal Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta

Jakarta, 11 April 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap upaya pembersihan ikan sapu-sapu yang dilakukan secara masif di berbagai wilayah ibu kota belakangan ini. Pernyataan ini disampaikan Anung saat meninjau salah satu lokasi pembersihan di Sungai Ciliwung, menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk menjaga kualitas lingkungan perairan.

“Ikan sapu-sapu ini memang menjadi ancaman serius bagi ekosistem sungai dan waduk di Jakarta. Populasi mereka yang meledak mengganggu keseimbangan alam, memakan plankton serta ikan-ikan kecil yang bermanfaat,” ujar Anung di sela-sela kunjungannya, Jumat (10/4). Ia menambahkan bahwa pembersihan ini tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah ikan invasif tersebut, tetapi juga mendorong pemulihan habitat alami.

Upaya pembersihan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DKI serta relawan masyarakat telah berlangsung sejak awal Maret 2026. Target utama mencakup Sungai Ciliwung, Kali Item, dan Waduk Pluit, di mana ribuan kilogram ikan sapu-sapu telah berhasil ditangkap. “Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk metode penangkapan yang ramah lingkungan, termasuk penjualan hasil tangkapan untuk dana rehabilitasi,” lanjut Anung.

Menurut data DLHK, populasi ikan sapu-sapu melonjak akibat pembuangan limbah dan kurangnya predator alami. Spesies asal Asia Tenggara ini pertama kali terdeteksi di Jakarta pada 2020 dan kini mengancam pasokan air bersih serta perikanan lokal. Anung menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, dengan rencana kampanye edukasi agar warga tidak membuang ikan tersebut sembarangan.

Pembersihan massal ini mendapat sambutan positif dari aktivis lingkungan. “Ini langkah tepat untuk cegah kerusakan lebih lanjut,” kata Rina, koordinator LSM Peduli Sungai Jakarta. Pemprov DKI menargetkan pengurangan 50% populasi ikan sapu-sapu hingga akhir 2026, dengan anggaran Rp 15 miliar dialokasikan tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *