
Istanbul, Turki – Tragedi mengerikan menimpa keluarga Bocek, warga negara ganda Turki-Jerman, yang empat anggotanya tewas diduga akibat terpapar uap pestisida beracun saat menginap di sebuah hotel di Istanbul. Kasus ini kini memasuki persidangan di pengadilan Turki, menyusul investigasi mendalam atas kelalaian pengelola hotel.
Keluarga Bocek terdiri dari ayah Servet Bocek, ibu Cigdem Bocek, putra mereka Kadir Muhammet (6 tahun), dan putri Masal (3 tahun). Mereka sedang berlibur di Istanbul pada November 2025 ketika insiden mematikan itu terjadi. Saat menginap di hotel yang tidak disebutkan namanya, seluruh anggota keluarga tiba-tiba jatuh sakit dengan gejala keracunan parah, seperti muntah, sesak napas, dan kehilangan kesadaran.
Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi sayangnya keempatnya meninggal dunia tidak lama setelahnya. Autopsi mengonfirmasi bahwa penyebab kematian adalah paparan uap pestisida beracun yang diduga berasal dari proses pembasmian hama di kamar hotel. Pestisida tersebut ternyata jenis yang dilarang digunakan di area berpenghuni, dan pengelola hotel diduga melakukan penyemprotan tanpa evakuasi tamu yang memadai.
Otoritas Turki segera menangkap beberapa pegawai hotel dan manajer terkait. Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa bukti forensik menunjukkan kelalaian besar, termasuk kurangnya ventilasi dan pemberitahuan keselamatan. Pengadilan Istanbul dijadwalkan memulai sidang utama minggu ini, dengan tuntutan pembunuhan tidak disengaja dan pelanggaran keselamatan kerja.
Kasus ini mengguncang industri perhotelan Turki, memicu tuntutan reformasi aturan pembasmian hama. Komunitas Turki-Jerman di Eropa juga menyerukan kompensasi bagi keluarga korban dan investigasi lebih lanjut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak hotel.





