Home / TRENDING / Macron Umumkan Penguatan Senjata Nuklir Prancis Pasca-Serangan AS-Israel ke Iran

Macron Umumkan Penguatan Senjata Nuklir Prancis Pasca-Serangan AS-Israel ke Iran

Paris, 2 Maret 2026 – Beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat arsenal nuklir nasionalnya. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato di Istana Elysee pada Minggu malam, di tengah ketegangan global yang memuncak.

Macron menekankan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga kedaulatan Prancis di era ancaman baru. “Prancis harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kami akan meningkatkan kemampuan nuklir deteren kami secara signifikan, sambil mempererat solidaritas dengan mitra Uni Eropa,” ujarnya. Rencana tersebut mencakup modernisasi rudal balistik submarin M51 dan peningkatan jumlah hulu ledak nuklir, dengan anggaran tambahan sekitar €10 miliar dalam tiga tahun ke depan.

Pengumuman ini datang hanya empat hari setelah serangan AS-Israel yang menargetkan situs pengayaan uranium di Natanz dan Fordow, Iran. Serangan tersebut, yang diklaim sebagai respons atas program nuklir Tehran, telah memicu kecaman dari Rusia dan China, serta demonstrasi massal di Timur Tengah. Iran membalas dengan peluncuran drone ke pangkalan Israel, memperburuk risiko perang regional.

Selain penguatan militer, Macron juga mendorong pembentukan “pertahanan kolektif Eropa” yang lebih kuat. Ia mengajak Jerman, Italia, dan negara-negara lain untuk berkoordinasi dalam kebijakan pertahanan bersama, termasuk pengembangan sistem pertahanan rudal. “Uni Eropa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada aliansi transatlantik yang rapuh,” tambahnya, merujuk pada ketegangan dengan NATO akibat kebijakan isolasionis Washington baru-baru ini.

Reaksi internasional bercampur. Perdana Menteri Inggris menyambut baik inisiatif tersebut sebagai “langkah realistis,” sementara Rusia menyebutnya sebagai “eskalasi berbahaya.” Di dalam negeri, partai sayap kiri Prancis mengecam Macron, menyebut rencana itu sebagai “kembalinya zaman Perang Dingin.”

Para analis memperingatkan bahwa penguatan nuklir Prancis bisa memicu perlombaan senjata di Eropa, terutama jika Jerman mempertimbangkan opsi serupa. Sementara itu, pasar saham Eropa turun 2% pada pembukaan Senin pagi, mencerminkan kekhawatiran investor atas gejolak geopolitik.

Pemerintah Prancis dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan pemimpin UE di Brussels minggu depan untuk membahas implementasi rencana ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *