Home / TRENDING / Negosiasi Iran-AS di Pakistan Gagal: Delegasi Pulang Tanpa Kesepakatan Akhiri Konflik Timur Tengah

Negosiasi Iran-AS di Pakistan Gagal: Delegasi Pulang Tanpa Kesepakatan Akhiri Konflik Timur Tengah

Islamabad, 12 April 2026 – Delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) meninggalkan Islamabad, Pakistan, pada Minggu sore ini setelah negosiasi maraton selama 21 jam tanpa mencapai kesepakatan apa pun untuk mengakhiri konflik yang membara di Timur Tengah.

Pertemuan tertutup ini, yang difasilitasi oleh pemerintah Pakistan di sebuah hotel mewah di ibu kota, dimulai Sabtu pagi dan berlangsung hingga Minggu siang. Sumber diplomatik yang dekat dengan proses negosiasi mengungkapkan bahwa pembahasan mencakup gencatan senjata di Gaza, Lebanon, dan Yaman, serta isu nuklir Iran yang menjadi salah satu titik krusial. Namun, perbedaan mendasar mengenai sanksi ekonomi AS terhadap Teheran dan dukungan Washington bagi Israel membuat kemajuan mandek.

“Sebuah upaya mulia, tapi realitas lapangan terlalu rumit,” ujar seorang pejabat Pakistan yang enggan disebut namanya, seperti dikutip media setempat. Delegasi Iran, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, menyalahkan AS atas “sikap tidak fleksibel” terkait program nuklirnya. Sementara itu, utusan AS, Thomas Barrack, menyatakan bahwa Teheran “belum siap berkompromi demi perdamaian regional.”

Konflik Timur Tengah yang melibatkan Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi telah menewaskan ribuan nyawa sejak Oktober 2023, dengan eskalasi terbaru di Laut Merah mengganggu jalur perdagangan global. Pakistan, sebagai mediator netral dengan hubungan baik kedua pihak, berharap pertemuan ini menjadi terobosan, tapi hasilnya mengecewakan.

PBB menyambut baik upaya dialog ini melalui juru bicara Stéphane Dujarric, yang mendesak semua pihak “kembali ke meja perundingan secepatnya.” Analis internasional memperingatkan bahwa kegagalan ini berpotensi memicu serangan baru, terutama menjelang musim panas.

Sampai berita ini diturunkan, baik Iran maupun AS belum merilis pernyataan resmi. Pakistan menyatakan kesiapannya menjamu putaran kedua jika diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *