
Islamabad, 10 April 2026 – Dalam eskalasi diplomatik yang tajam, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif secara terbuka menyebut Israel sebagai “jahat” dan “kutukan bagi umat manusia” setelah militer Israel melancarkan serangan ke Lebanon. Pernyataan kontroversial ini disampaikan di tengah gencatan senjata yang baru saja dimediasi Amerika Serikat (AS) antara Iran dan sekutunya, memicu kemarahan keras dari pemerintah Israel.
Asif membuat pernyataan pedas tersebut melalui konferensi pers di Islamabad pada Kamis malam waktu setempat. “Israel adalah manifestasi kejahatan yang sesungguhnya, kutukan bagi umat manusia. Mereka menyerang Lebanon saat dunia sedang berusaha mencapai perdamaian melalui gencatan senjata AS-Iran. Ini bukan pertahanan, tapi agresi brutal,” tegas Asif, yang juga menyerukan solidaritas dunia Islam terhadap Lebanon dan Palestina.
Serangan Israel yang dimaksud terjadi pagi hari yang sama, ketika pasukan Zionis membom posisi Hizbullah di selatan Lebanon. Militer Israel mengklaim itu sebagai respons terhadap peluncuran roket dari perbatasan, meski gencatan senjata AS-Iran—yang ditandatangani seminggu lalu di Doha—seharusnya mencakup kelompok pro-Iran seperti Hizbullah. Korban tewas dilaporkan mencapai 28 orang, termasuk warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Reaksi dari Israel datang cepat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pernyataan Asif sebagai “fitnah antisemitik yang berbahaya” melalui akun X resminya. “Pakistan, yang menyembunyikan teroris, berani menuduh kami jahat? Ini hipokrasi dari negara yang gagal melindungi rakyatnya sendiri,” balas Netanyahu, sambil menjanjikan respons kuat dari Kementerian Luar Negeri Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar juga memanggil duta besar Pakistan untuk memprotes.
Ketegangan ini memperburuk hubungan Pakistan-Israel, yang sudah tegang sejak lama karena isu Palestina. Pakistan, sebagai negara nuklir mayoritas Muslim, sering kali menjadi suara lantang dalam forum internasional seperti PBB melawan kebijakan Israel. Analis internasional khawatir pernyataan Asif bisa memicu demonstrasi anti-Israel di Pakistan dan negara-negara Muslim lainnya.
Pemerintah AS, mediator gencatan senjata, belum berkomentar secara resmi. Namun, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan “prihatin atas eskalasi apa pun yang mengancam stabilitas Timur Tengah.” Sementara itu, Iran memuji sikap Pakistan sebagai “keberanian melawan Zionisme.”
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanda-tanda de-eskalasi. Pakistan menegaskan akan terus mendukung Lebanon melalui bantuan kemanusiaan, sementara Israel meningkatkan kewaspadaan di perbatasannya.





