
Moskow, 30 Maret 2026 – Otoritas Rusia memerintahkan seorang diplomat di Kedutaan Besar Inggris di Moskow untuk segera meninggalkan negara itu. Media pemerintah Rusia, yang mengutip layanan keamanan Federal (FSB), menyebut pengusiran ini karena diplomat tersebut diduga terlibat dalam aktivitas spionase.
Keputusan ini diumumkan pada Senin (30/3) sore waktu setempat, menandai eskalasi baru dalam ketegangan diplomatik antara Rusia dan Inggris. FSB menuduh diplomat Inggris tersebut melakukan operasi intelijen di bawah kedok tugas diplomatik, meskipun identitasnya belum dirinci secara publik. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa langkah ini “tegas dan proporsional” untuk melindungi kepentingan keamanan nasional.
Hubungan Moskow-London telah tegang selama satu dekade terakhir, ditandai dengan saling usir staf kedutaan. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, kedua negara saling tuding melakukan spionase. Inggris pernah mengusir 23 diplomat Rusia pada 2018 pasca-insiden racun Salisbury, sementara Rusia membalas dengan mengusir puluhan diplomat Barat. Pengusiran diplomat Inggris kali ini kemungkinan memicu respons setimpal dari London, mengikuti pola historis.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan akan menyelidiki klaim tersebut dan “merespons dengan tepat”. Analis hubungan internasional memperingatkan bahwa insiden ini bisa memperburuk sanksi ekonomi dan pembatasan diplomatik di tengah konflik Ukraina yang berkepanjangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kedutaan Inggris di Moskow terkait identitas diplomat yang diusir.



